JEDDAH — Lebih dari 130 warga Indonesia menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pengurus Perwakilan Luar Negeri (PPLN) PDI Perjuangan Kota Jeddah melalui Majelis Mega Dzikir Baitul Muslimin Indonesia di Jeddah, Saudi Arabia, Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW, Islam Rahmatan Lil’alamin Berkemajuan untuk Indonesia Raya”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat nilai keagamaan, persaudaraan, gotong royong, serta kepedulian terhadap masyarakat Indonesia, khususnya Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Saudi Arabia.
Ketua Panitia Subaidi Sahrul mengatakan, kegiatan dipersiapkan dalam waktu relatif singkat. Namun, penyelenggaraan dapat terlaksana berkat semangat gotong royong pengurus, anggota, simpatisan, PMI, serta masyarakat Indonesia.
Selain itu, dukungan dan bantuan juga datang dari Dr. H. Abidin Fikri (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan), Hj. Selly Andriany Gantina (Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan) dan beberapa individu lainnya.
Gotong royong itu diwujudkan melalui sumbangan dana, logistik, konsumsi, air mineral hingga tenaga.
Panitia mencatat lebih dari 130 orang hadir sehingga jumlah peserta melampaui kapasitas tempat yang tersedia. Meski demikian, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan khidmat.
Subaidi berharap peringatan Maulid tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan silaturahmi sesama anak bangsa di tanah rantau.
PMI Disebut Pejuang Keluarga dan Duta Bangsa
Mewakili Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan Negara Saudi Arabia, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Mochammad Soleh, menyampaikan apresiasi kepada PPLN PDI Perjuangan kota Jeddah, panitia, anggota, simpatisan dan masyarakat yang bergotong royong menyukseskan kegiatan.
Menurut Soleh, peringatan Maulid tersebut menjadi istimewa karena banyak pihak yang terlibat merupakan pekerja migran Indonesia.
Di tengah kesibukan bekerja dan menjalankan tanggung jawab terhadap keluarga, para PMI masih menyempatkan diri memberikan waktu, tenaga, bahkan sebagian rezekinya untuk kegiatan keagamaan.
Ia mengatakan, PMI bukan sekadar pencari nafkah, melainkan juga pejuang keluarga, pahlawan devisa, sekaligus duta bangsa yang membawa nama dan kehormatan Indonesia di luar negeri.
Karena itu, masyarakat Indonesia di perantauan diajak menjaga persatuan, saling menolong dan melindungi, serta menjaga nama baik Indonesia dengan bersikap jujur, disiplin, santun dan bertanggung jawab.
Maulid Tak Berhenti pada Seremonial
Soleh mengingatkan, peringatan Maulid Nabi tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial.
Keteladanan Rasulullah SAW, menurut dia, perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kejujuran, amanah, kasih sayang, dan keadilan.
“Maulid harus menjadi momentum untuk menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata Soleh.
Konsep Islam rahmatan lil ‘alamin, lanjut dia, perlu diwujudkan dengan menghadirkan kedamaian, kemanusiaan, keadilan dan kemaslahatan, sekaligus menghormati perbedaan dan membela masyarakat yang lemah.
Sementara itu, Islam berkemajuan dimaknai sebagai dorongan agar umat Islam terus berkembang dalam ilmu pengetahuan, pendidikan, teknologi, ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia.
Tawasul hingga Sholawat
Rangkaian peringatan Maulid diawali pembukaan oleh Kinanda Fara selaku pembawa acara, kemudian laporan Ketua Panitia Subaidi Sahrul dan sambutan perwakilan DPLN PDI Perjuangan Negara Saudi Arabia oleh Mochammad Soleh.
Acara dilanjutkan dengan tawasul yang dipimpin Ustadz Subaidi Sahrul, Yasinan oleh Ustadz Moh. Syahroni, tahlil oleh Ustadz Sulaiman, serta Sholawat Mahalul Qiyam dan doa penutup oleh Ustadz Siraj.
Dalam tawasul, Al-Fatihah antara lain dihadiahkan kepada Presiden pertama RI Soekarno, Ibu Negara pertama Indonesia Fatmawati, sejumlah anggota keluarga tokoh PDI Perjuangan, purna pengurus DPLN PDI Perjuangan Negara Saudi Arabia serta korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Tawasul juga ditujukan kepada keluarga jama’ah yang hadir dan orang-orang tercinta yang telah meninggal dunia.
Menutup sambutannya, Soleh berharap peringatan Maulid Nabi dapat memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, mempererat persaudaraan sesama PMI dan menguatkan semangat gotong royong dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.(*)



