Jeddah, Saudi Arabia - Pengurus dan kader perempuan PDI Perjuangan di Saudi Arabia melalui Majelis Mega Dzikir Baitul Muslimin Indonesia menggelar kegiatan yasinan dan doa bersama dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat DPLN PDI Perjuangan Negara Saudi Arabia itu dihadiri puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) perempuan yang terdiri atas pengurus, kader dan simpatisan partai.
Acara yang berlangsung pada Kamis (25/06) malam tersebut berjalan dengan khusyuk dan penuh kekhidmatan. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang sebelumnya juga dilaksanakan oleh pengurus, kader dan simpatisan laki-laki PDI Perjuangan di Saudi Arabia.
Dalam sambutannya, Ketua Majelis khusus perempuan sekaligus Wakil Ketua DPLN PDI Perjuangan Negara Saudi Arabia, Wiwin Winarsih, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para peserta dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, yasinan, tahlil dan doa bersama merupakan ikhtiar untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, sekaligus mempererat tali persaudaraan sesama warga Indonesia yang berada di perantauan.
Wiwin menjelaskan bahwa Bulan Juni memiliki makna historis bagi bangsa Indonesia karena diperingati sebagai Bulan Bung Karno. Pada bulan ini terdapat sejumlah momentum penting, di antaranya Hari Lahir Pancasila, hari kelahiran dan hari wafat Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga momentum untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa khususnya Bung Karno, serta mendoakan agar nilai-nilai persatuan, gotong royong dan cinta tanah air yang diwariskannya terus menginspirasi masyarakat Indonesia, termasuk yang berada di luar negeri.
Selain memperingati Bulan Bung Karno, kegiatan tersebut juga bertepatan dengan suasana bulan Muharram, yang merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Momentum ini diharapkan menjadi pengingat untuk memperbanyak doa, zikir dan amal kebaikan.
Rangkaian tawasul, yasinan dan tahlil dipandu oleh Ustadzah Kholilah Sahram. Sementara do’a bersama dipimpin oleh Ustadzah Robi'atul Adawiyah. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan terus tumbuh di tengah WNI yang diperantauan diataranya Saudi Arabia.
